keadaan hanyalah keadaan

keadaan hanyalah keadaan. Al-kisah seorang laki-laki di Timur Tengah hanya punya satu harta yang berharga, yakni seekor kuda Arab betina yang menurut orang-orang merupakan kuda yang sempurna. Para tetangga sering berkunjung dan mengatakan pada laki-laki itu sangat beruntung karena memiliki kuda yang cantik. Tetapi si pemilik kuda sendiri tidak tahu apakah memiliki kuda betina ini sesuatu yang baik atau buruk. Dia hanya tahu kalau dia memiliki seekor kuda yang cantik. Itu saja.

Pada suatu hari kudanya kabur. Ketika laki-laki tersebut terbangun keesokan paginya, dia mendapatkan kudanya sudah hilang. Para tetangga datang  dan menyatakan keprihatinan mereka. Sang pemilik sendiri tidak tahu apakah kehilangan kudanya merupakan sesuatu yang baik atau buruk. Yang dia tahu adalah kudanya sudah hilang.

Setelah kurang lebih satu setengah minggu, kudanya kembali sambil mengajak tujuh ekor kuda jantan yang gagah ke kandangnya. Para tetangga mengatakan bahwa si laki-laki itu sangat beruntung. “Selain kudang betinanya kembali, Anda juga sekarang memiliki tujuh kuda jantan yang gagah”. Ujar mereka kepada si pemilik kuda. Lagi-lagi sipemilik kuda tidak tahu apakah hal itu merupakan hal baik atau buruk. Dia hanya tahu kuda betinanya pulang dan ada tambahan tujuh kuda jantan di kandangnya.

Ketika laki-laki itu dan tentangganya melihat banyak kuda di kandangnya anak laki-lakinya berusaha mengambil salah satu kuda jantan dan ingin menjualnya. Tetapi kuda jantan itu membantingnya sehingga si anak mengalami patah kaki. Para tetangga berkomentar, “Sial betul”, tetapi ayah dari anak tersebut tidak tahu apakah kaki yang patah itu merupakan hal yang baik atau hal yang buruk. Ia hanya tahu bahwa anaknya menderita patah kaki.

Tak lama setelah itu, raja mengutus para tentaranya yang berpangkat tinggi ke daerah-daerah. Mereka mencari anak-anak muda yang seat untuk ikut berperang bersama mereka. Anak laki-laki sang pemilik kuda tidak bisa ikut karena kakinya patah. Para tetangga datang dan mengatakan bahwa dia sangat beruntung, “Saya tidak tahu apakah ini merupakan hal yang baik atau hal yang buruk, yang saya tahu, anak saya kakinya patah dan tidak diwajibkan untuk ikut berperang”.

Pelajaran apakah yang bisa diambil??? hmmm yang jelas kita nggak akan pernah tahu keadaan apa yang akan menimpa diri kita seiring dengan berjalannya waktu. Dan kita juga tidak tahu apakah situasi tertentu itu menguntungkan kita ataukah tidak. Situasi tertentu dalam keadaan tertentu tidak bisa dikatakan baik atau buruk. Kehidupan terdiri dari sejumlah kejadian, karena itu penting bagi kita untuk memahami bahwa kejadian-kejadian yang enimpa kita bersifat netral. Kejadian-kejadian serta bagaimana kita menkapinyalah yang bisa kita jadikan cerminan, yakni bagaimana kita bereaksi dan mengambil sebuah tindakan.

artinya apa? keadaan tertentu belum tentu menjadikan seseorang itu baik, tapi bagi seorang muslim, setiap keadaan yang menimpa dirinya akan menjadi sebuah kebaikan, tak peduli kaya atau miskin, senang atau susah, kecukupan atau dalam keadaan sempit, semuanya akan menjadi kebaikan.

Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya baik baginya dan kebaikan itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apa bila ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibah ia bersabar dan itulahyang terbaik untuknya.  (hadits riwayat Muslim).

apapun keadaanya … akan berbuah kebaikan …

Hi my Brothers and Sisters ... lets struggle work and pray to be winner in the world and hereafter ... remember; " ... with the (wealth) which Allah has bestowed on thee, the Home of the Hereafter, nor forget thy portion in this world: but do thou good, as Allah has been good to thee ... "
if you like this article, please share on:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • BlinkList
  • Diigo
  • email
  • Fark
  • MyShare
  • MySpace
  • PDF
  • Reddit
  • RSS
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Tumblr
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz

8 Comments

  • At 2009.12.22 06:02, Bung Eko said:

    Two thumbs up..!!!
    Tulisan yang sangat menggugah selera. Eeh, salah, maksudnya menggugah rasa taqwa dalam diri manusia. Seorang muslim dan mukmin tdak boleh menggerutu jika ditimpa sial, pun tidak boleh jumawa ketika memperoleh keberuntungan. Karena sesungguhnya semuanya hanyalah rangkaian uajin bagi manusia.

    • At 2009.12.22 08:23, manusia online said:

      yupz … ujian yang akan dipertanggungjawabkan … :) thanks Maz Eko :rate

    • At 2009.12.22 06:43, bidan desa said:

      berkunjung disiang hari…
      bersyukur dan nikmati … dengan dua hal tersebut semoga kita mendapatkan ridhonya..

      jabat erat selalu

    • At 2009.12.22 06:55, Game Logika Online Menantang said:

      aku datang lagii. .

      selamat hari ibu mass. . :D

    • At 2009.12.22 09:12, Phian said:

      dr paragraf 1-5

      ako mas gag paham….

      tapi lox paragraf 7-8

      itu memang benar..,.. n sangadh se7

      gtooooo

      • At 2009.12.22 10:30, manusia online said:

        sekedar cerita Phi … kita nggak ngerti keadaan itu baik atau buruk … karena hidup itu rangkaian dari berbagai kejadian yang sambung menyambung …. gitooo :siul

      (Required)
      (Required, will not be published)

      Previous post:

      Next post: